Sunday, 1 January 2012

"Sebagai manusia, aku sayang kepadamu."

Cinta Sang Ratu
laksana langit mencengkam purnama,
ibarat mutiara di lautan biru
saujana mata memandang, seluas langit terbentang.


Tatkala cinta berbisik, suaranya memuji TUHAN
Pabila rindu terusik, rasulnya jadi pilihan.


Sampai masanya cinta jadi taruhan
Sang Ratu menjadi impian


puisi dari "CINTA SANG RATU"


PUISI LAKSAMANA SUNAN & HARYANI (BAGAIKAN PUTERI)


Bagaikan Puteri sebuah cerita, 
Di luar jangkauan akal manusia;
Haryani dan Sunan saling jatuh cinta, 
Apakan daya mereka dari zaman berbeza.


Keris naggroe keris laksamana,
Sangat ditakuti si musih durjana;
Djailuh dan Sunan sahabat setia,
Memerangi kejahatan menegakkan agama.

Haryani umpama seorang puteri,
Menggelar diri Gusti putri;
Kampung Punggor menjadi saksi,
Mengapa Sunan membawa diri.

Dani menanti di dunia kini,
Menyeru dan memanggil berulang kali;
Sunan terpaksa membunuh Haryani,
Walaupun hatinya duka sekali.

Luahan hati seorang pendekar,
Di atas mushaf Sunan lakarkan;
cinta Haryani tidak pernah pudar,
Kepada Sunan hatinya diserahkan.

Di negeri Melaka bertemu Hang Tuah,
Negeri yang kaya serta mewah;
Bibir Sunan sentiasa berzikrullah,
Mencari keredhaan dari Ya Allah.

No comments:

Post a Comment